Gunung Mas 21 September 2026, — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, kini semakin melibatkan berbagai pihak. Jika sebelumnya penanganan lebih banyak dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kondisi Karhutla yang semakin meluas membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas mengambil langkah dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah tersebut dilakukan mengingat titik-titik api yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Gunung Mas memiliki luasan yang cukup besar. Di sisi lain, keterbatasan sumber daya manusia dan armada membuat petugas Damkar dan BPBD harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan kebakaran.
Kondisi semakin menantang karena musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan banyak sumber air mengalami kekeringan. Petugas tidak hanya menghadapi kobaran api, tetapi juga kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mendukung proses pemadaman.
Melihat kondisi tersebut, Pemda Gunung Mas melibatkan perangkat daerah yang ada untuk membantu tim penanganan Karhutla. Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan adalah menyediakan pasokan air di sekitar lokasi kebakaran.

Dengan sistem ini, kendaraan pemadam kebakaran tidak perlu terlalu sering meninggalkan lokasi kejadian hanya untuk mengisi ulang tangki air. Tim dari OPD yang mendapat tugas khusus menyalurkan air akan memastikan ketersediaan air tetap berada di sekitar lokasi pemadaman.
Air Disiapkan di Lokasi Karhutla
Salah seorang petugas penyedia air dari DP2KBP3A, Tomy Asyagi, yang menggunakan mobil pikap dengan tandon air di bagian belakang kendaraan, mengatakan bahwa sistem tersebut sangat membantu petugas di lapangan.
«“Kalau seperti ini, saya yakin petugas Damkar maupun BPBD yang melakukan pemadaman Karhutla tidak akan terlalu kesulitan. Mobil pemadam tidak harus meninggalkan lokasi hanya untuk mengisi air, karena air sudah disiapkan di lokasi. Tinggal disedot dari tandon kita dan bisa langsung digunakan,” ujar Tomy.»

Menurutnya, kekompakan antara petugas pemadam dan tim pendukung penyedia air sangat diperlukan. Dengan adanya pasokan air yang tetap tersedia di sekitar lokasi, proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif.
Hal senada disampaikan Abdul Wahid, koordinator yang ditunjuk untuk memimpin tim dari DP2KBP3A. ia bersama tiga orang anggota tim mendapat tugas untuk mendukung penanganan Karhutla di Desa Teluk Nyatu, Kabupaten Gunung Mas “Petugas ini selalu terlibat bergantian tiap hari, semua Pegawai di DP2KBP3A khusus yang laki- laki untuk bergabung dengan Tim Karthutla” Ujar Bang Dul.
Hal yang sama dikatakan oleh Rinto Irawan, Rinto yang bertugas sebagi pemompa air ke dalam tandon ini berharap,
“Sistim seperti ini sudah pas, jangan sampai ini hanya berjalan satu sampai dua minggu saja, mudahan bisa berjalan sampai keadaan cuaca normal” ujar Rinto
Abdul Wahid menjelaskan bahwa pola kerja tersebut dinilai efektif karena dapat membantu petugas pemadam tetap berada di lokasi kebakaran.
“Kami langsung bertugas ke lokasi di Desa Teluk Nyatu. Sistem seperti ini sangat efektif dilakukan. Ketika mobil pemadam harus meninggalkan lokasi untuk mengisi air, ada kemungkinan api kembali membesar. Tetapi kalau air sudah disediakan di lokasi, petugas bisa langsung melanjutkan pemadaman sehingga tidak memberikan kesempatan api untuk kembali membesar,” jelas Abdul.

Karhutla Jadi Perhatian Bersama
Musim kemarau panjang yang terjadi sepanjang 2026 menyebabkan kondisi sebagian wilayah Kabupaten Gunung Mas mengalami kekeringan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Penanganan Karhutla pun tidak dapat hanya mengandalkan satu atau dua instansi. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, seluruh perangkat daerah, petugas pemadam, aparat terkait, serta masyarakat.

Keterlibatan berbagai OPD dalam mendukung penanganan Karhutla menjadi salah satu bentuk gotong royong pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran.
Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, diharapkan setiap titik kebakaran dapat ditangani dengan lebih cepat sehingga api tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.
Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat Kabupaten Gunung Mas.DP2KBP3A| Sekretrariat|Yop|