Gunung Mas Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak dengan Peluncuran Tim SIMFONI PPA Versi 3

Kuala Kurun, 1 Desember 2025 – Upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gunung Mas kembali mendapat dorongan baru. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun resmi meluncurkan Tim Operator Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak Versi 3 (SIMFONI PPA V.3) Tahun 2026.

Tim ini dipimpin oleh dr. Rina Sari, M.M, dan beranggotakan para profesional yang telah berpengalaman dalam penanganan kasus kekerasan. Di antaranya Yetri Rayunie, SKM sebagai Koordinator Kasus, Bobby Givanka, S.Psi., M.M sebagai Manajer Kasus, serta Nopta Erlina sebagai Pendamping Kasus Internal. Dukungan dari pihak kesehatan juga hadir melalui Destrin Nandalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari RSUD Kuala Kurun yang bergabung sebagai pendamping kasus eksternal.

Menurut dr. Rina Sari, SIMFONI PPA V.3 hadir dengan sistem pencatatan yang lebih mutakhir. “Dengan SIMFONI PPA V.3, kami siap menyediakan data akurat dan valid tentang kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Gunung Mas. Ini akan memudahkan KemenPPPA dan pihak terkait dalam memantau kasus serta mengevaluasi program perlindungan yang ada,” ujarnya.

Optimisme juga disampaikan oleh Bobby Givanka, S.Psi., M.M. Ia meyakini bahwa penggunaan aplikasi ini akan meningkatkan efisiensi monitoring dan evaluasi kasus. “Sistem ini membantu tim dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT- PPA Gunung Mas, Yetri Rayunie, SKM, mengajak masyarakat lebih berani melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi. “Kami menjamin kerahasiaan dan keamanan data korban serta keluarga, sehingga tidak perlu takut atau ragu untuk melapor. Bersama, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak-anak di Kabupaten Gunung Mas,” tegasnya.

Peluncuran SIMFONI PPA V.3 ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan perlindungan perempuan dan anak, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor di Kabupaten Gunung Mas.(Yop)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *