Sekolah Lansia S3 Resmi Dimulai di Kuala Kurun

Kuala Kurun, 15 April 2026 —

Sekolah Lansia S3 Resmi Dimulai di Kuala Kurun, Bekali Lansia Hidup Sehat dan Bahagia
Kuala Kurun, 15 April 2026 — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Gunung Mas melalui Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga resmi melaksanakan pembelajaran perdana Sekolah Lansia Standar III (S3) di Sekolah Lansia Barigas, Kuala Kurun, pada Rabu (15/4).
Kegiatan ini diikuti oleh para peserta yang telah menyelesaikan Sekolah Lansia Standar I (S1) dan Standar II (S2), sebagai bentuk keberlanjutan pembinaan menuju lansia yang lebih tangguh dan berkualitas.
Pada pertemuan pertama, para peserta mendapatkan materi dari tenaga profesional di bidangnya. Psikolog Klinis RSUD Kuala Kurun, Destrin Nandalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan materi bertajuk “Menjadi Tua dengan Bahagia Perspektif Psikolog Lansia”, yang menekankan pentingnya kesehatan mental dan kesiapan emosional dalam menghadapi masa lanjut usia.


Sementara itu, dokter spesialis paru RSUD Kuala Kurun, dr. Faber Kristian Munthe, M.Ked., Sp.P, memberikan edukasi mengenai bahaya rokok dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan paru serta menghindari faktor risiko penyakit kronis.
Program Sekolah Lansia ini bertujuan menciptakan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program SIDAYA yang mendukung terwujudnya lansia tangguh melalui pendekatan 7 Dimensi Lansia Tangguh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia di Kabupaten Gunung Mas dapat terus meningkatkan kualitas hidupnya serta tetap aktif berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Sementara itu, dokter spesialis paru RSUD Kuala Kurun, dr. Faber Kristian Munthe, M.Ked., Sp.P, memberikan edukasi mengenai bahaya rokok dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan paru serta menghindari faktor risiko penyakit kronis.
Program Sekolah Lansia ini bertujuan menciptakan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program SIDAYA yang mendukung terwujudnya lansia tangguh melalui pendekatan 7 Dimensi Lansia Tangguh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia di Kabupaten Gunung Mas dapat terus meningkatkan kualitas hidupnya serta tetap aktif berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, dokter spesialis paru RSUD Kuala Kurun, dr. Faber Kristian Munthe, M.Ked., Sp.P, memberikan edukasi mengenai bahaya rokok dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan paru serta menghindari faktor risiko penyakit kronis.
Program Sekolah Lansia ini bertujuan menciptakan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program SIDAYA yang mendukung terwujudnya lansia tangguh melalui pendekatan 7 Dimensi Lansia Tangguh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia di Kabupaten Gunung Mas dapat terus meningkatkan kualitas hidupnya serta tetap aktif berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, dokter spesialis paru RSUD Kuala Kurun, dr. Faber Kristian Munthe, M.Ked., Sp.P, memberikan edukasi mengenai bahaya rokok dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan paru serta menghindari faktor risiko penyakit kronis.
Program Sekolah Lansia ini bertujuan menciptakan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program SIDAYA yang mendukung terwujudnya lansia tangguh melalui pendekatan 7 Dimensi Lansia Tangguh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia di Kabupaten Gunung Mas dapat terus meningkatkan kualitas hidupnya serta tetap aktif berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, dokter spesialis paru RSUD Kuala Kurun, dr. Faber Kristian Munthe, M.Ked., Sp.P, memberikan edukasi mengenai bahaya rokok dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan paru serta menghindari faktor risiko penyakit kronis.
Program Sekolah Lansia ini bertujuan menciptakan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program SIDAYA yang mendukung terwujudnya lansia tangguh melalui pendekatan 7 Dimensi Lansia Tangguh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia di Kabupaten Gunung Mas dapat terus meningkatkan kualitas hidupnya serta tetap aktif berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, dokter spesialis paru RSUD Kuala Kurun, dr. Faber Kristian Munthe, M.Ked., Sp.P, memberikan edukasi mengenai bahaya rokok dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan paru serta menghindari faktor risiko penyakit kronis.
Program Sekolah Lansia ini bertujuan menciptakan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program SIDAYA yang mendukung terwujudnya lansia tangguh melalui pendekatan 7 Dimensi Lansia Tangguh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia di Kabupaten Gunung Mas dapat terus meningkatkan kualitas hidupnya serta tetap aktif berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.-P2KBP3A (YOP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *