BKKBN Perkuat Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi Guna Optimalisasi Program Bangga Kencana di Kabupaten Gunung Mas

BKKBN Perkuat Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi Guna Optimalisasi Program Bangga Kencana di Kabupaten Gunung Mas

KUALA KURUN DP2KBP3A — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Penguatan Tata Kelola Alat dan Obat Kontraepsi (Alokon) di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Mohamad Iqbal Apriansyah, S.H., M.P.H., dengan tujuan meningkatkan kualitas pengelolaan Alokon agar berjalan secara tertib, efektif, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Mohamad Iqbal menegaskan bahwa penguatan tata kelola Alokon memerlukan sinergi serta koordinasi lintas sektoral yang kuat. Pengelolaan yang baik tidak hanya bertumpu pada ketersediaan logistik, melainkan juga mencakup aspek pencatatan, pelaporan, pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), hingga ketepatan pemanfaatannya dalam mendukung pelayanan keluarga berencana bagi masyarakat.

Ia turut menekankan pentingnya keterlibatan aktif Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dalam aspek tertib administrasi pencatatan dan pelaporan BMD. Selain itu, tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan dan optimalisasi pelayanan kontrasepsi kepada para akseptor.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Gunung Mas, dr. Rina Sari, M.M., menyatakan bahwa tata kelola Alokon memegang peranan vital dalam menyukseskan pembangunan keluarga dan kependudukan di daerah.

“Ketersediaan, distribusi, serta tertib administrasi Alokon yang tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat sasaran merupakan kunci utama agar pelayanan KB di fasilatas Kesehatan maupun di lapangan dapat berjalan optimal tanpa hambatan,” ujar dr. Rina Sari.

Melalui forum diskusi partisipatif dan pembinaan teknis ini, diharapkan terjalin komunikasi dua arah yang produktif untuk melahirkan saran konstruktif serta solusi atas berbagai tantangan pengelolaan Alokon di lapangan. Sinergi yang solid antara pemerintah kabupaten dan provinsi juga diharapkan mampu mendongkrak pencapaian target Program Bangga Kencana di Kabupaten yang berjuluk “Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini”.

Selain membuka kegiatan secara resmi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah , Mohamad Iqbal Apriansyah, S.H., M.P.H., beserta jajaran turut menyempatkan diri untuk meninjau dan mengecek secara langsung kondisi fasilitas di Balai Penyuluh KB sekaligus berkunjung ke sekolah Lansia di Kuala Kurun guna memastikan standar pelayanan berjalan dengan baik dan pembelajaran yang susai dengan usia Siswa .|sekretariat|DP2KBP3A||Yop

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *