DP2KBP3A Gunung Mas Koordinasikan Program TAMASYA dengan TPA di PT Tantahan Panduhp Asi

Gunung Mas, 27 Maret 2026 — Dalam upaya mendukung pelaksanaan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Gunung Mas, melalui Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga (KBKS), melaksanakan kegiatan koordinasi dengan Tempat Penitipan Anak (TPA) yang berada di lingkungan PT Tantahan Panduhup Asi, Kecamatan Manuhing, pada hari Jumat, 27 Maret 2026.

Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk membangun kesepahaman terkait dengan standar TPA yang akan dijadikan sebagai lokasi (lokus) pelaksanaan Program TAMASYA. Dalam pertemuan tersebut, pihak PT Tantahan Pandohop Asi menyambut baik program ini dan menyatakan komitmennya untuk melakukan berbagai perbaikan guna memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam program TAMASYA.

Kepala Bidang KBKS DP2KBP3A Gunung Mas, Demo Aruslin Purba, S.ST.FT., MM, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan program TAMASYA. Ia menekankan bahwa dampak positif dari program ini akan dirasakan oleh anak-anak serta para orang tua yang mempercayakan pengasuhan anak-anak mereka di TPA.

“Program ini tidak hanya menyasar peningkatan kualitas pengasuhan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua, terutama ibu bekerja,” ujar Demo Aruslin Purba.

Sementara itu, Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Gunung Mas, dr. Rina Sari, MM, menjelaskan bahwa TAMASYA merupakan salah satu program prioritas atau quick wins dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan, tumbuh kembang anak, serta mendukung produktivitas ibu bekerja.

“Melalui Bidang KBKS, DP2KBP3A memfasilitasi kegiatan ini dengan melakukan koordinasi dan mencapai kesepahaman bersama berbagai pihak, termasuk TPA di PT Tantahan Panduhup Asi sebagai salah satu fokus pelaksanaan program,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Rina Sari berharap program ini mampu meningkatkan kompetensi pengasuh yang tersertifikasi dan terstandarisasi, menghadirkan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, serta mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan. Selain itu, ia juga berharap adanya peningkatan kerja sama dalam layanan dan sistem rujukan antar TPA

“Keberhasilan program ini tidak terlepas dari komitmen semua pihak dalam memberikan layanan terbaik dan berkelanjutan demi terwujudnya generasi emas 2030,” tambahnya.

Ke depan, DP2KBP3A Kabupaten Gunung Mas menargetkan semakin banyak TPA yang mendapatkan pendampingan melalui Program TAMASYA. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pengasuh anak usia dini yang berkualitas serta sistem pengasuhan yang lebih baik di Indonesia.

Program TAMASYA sendiri merupakan inisiatif strategis yang diproyeksikan akan diterapkan secara luas di seluruh provinsi di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang sebagai terobosan dalam penguatan sistem pengasuhan anak nasional.

(DP2KBP3A-YOP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *